cara ampuh menghadapi gugup

Nervous Bicara Di Depan Umum? No Way !

Di saat-saat menghadapi hal tertentu, tiap orang pasti memiliki kegelisahaan yang mengganggu jiwanya. Misalnya jika sudah mau lewat tanggal 30, bagaimana menyelesaikan tunggakan kartu kredit, membayar ini dan itu, uang ini dan itu. Wah..ini sih kegelisahan yang klise. Kegelisahan atau nervous yang mau saya angkat di sini lain. Ini tentang kegelisahan saat seseorang menghadapi kenyataan bahwa ia menjadi speaker atau pembicara utama di depan forum banyak orang.

Teman-teman saya sering bilang, saya ini banci tampil. Walau saya sadar betul, bahwa saya secara seksual sangat normal dan jauh dari kesan kebanci-bancian. Mereka bilang, saya sering sekali ingin menjadi centre point dari tiap obrolan. Mau tentang tetangga si anu selingkuh-lah, mau tentang prediksi harga toge kokolan besok berapa, pokoknya saya selalu ingin dilibatkan dan selalu menjadi pembicara utama. Dan hebatnya, banyak yang mau mendengar celotehan si banci tampil ini.

Suatu hal yang sangat memperihatinkan bagi saya , saat saya menghadapi kenyataan bahwa banyak sekali kegagalan yang terjadi di dunia ini, karena masalah kegugupan.

Coba Anda bayangkan, dalam sehari sudah berapa orang yang terdiskualifikasi lantaran sesi wawancaranya hancur gara-gara gugup? Atau, sudah berapa banyak orang yang merugi gara-gara kalah tender hanya karena persoalan presentasinya gugup dan tidak meyakinkan?

Terlepas saya adalah orang Komunikasi, hal di atas sebenarnya masalah sepele dan mudah sekali untuk dihilangkan.

Sewaktu saya menghadapi sidang gelar sarjana saya dulu, teman seperjuangan saya sempat curhat ke saya, bagaimana caranya supaya membunuh perasaan nervous atau gugup saat berbicara di depan umum. Jika dilihat dari persiapan, dia sangat siap. Materinya kuat, judul kuat, didukung oleh landasan teori dan referensi yang kuat pula. Satu yang tidak kuat adalah psikologisnya sendiri, alias dia : nervous! Apalagi jika telapak tangan dan wajahnya sudah banyak sekali mengeluarkan ekrin. Kelenjar keringat ekrin tersebar di seluruh permukaan tubuh tetapi lebih banyak terdapat telapak tangan, telapak kaki, dan wajah. Keringat yang dihasilkan adalah air yang mengandung berbagai macam garam. Kelenjar ini berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh dan sebagai reaksi normal jika orang yang bersangkutan sedang di terik matahari, atau sedang gugup/ketakutan.

Dalam beberapa hal, setiap orang memiliki kecenderungan untuk gugup atau nervous dalam merespon tiap masalah yang mereka hadapi. Ini hal wajar. Apalagi mengingat tidak tiap orang “siap muka tembok” atau struggle menghadapi apapun.

Larry King, presenter/penulis/ahli komunikasi kesukaan saya, dalam bukunya “Good Speaker With Anyone, Anywhere, Anytime”, berkata bahwa satu hal yang musti diperhatikan untuk menjadi seorang pembicara yang baik adalah, dia harus mengenal dan menguasai dirinya dahulu. Karena semua dimulai dengan awal diri sendiri. Jika dari diri kita sudah siap dan betul-betul mantap, kita akan bicara lepas, tidak pandang bulu kita bicara dengan siapa pun, di manapun, atau kapan pun.

Ada beberapa hal yang bisa saya bagi untuk Anda, atau bagi siapa pun yang akan, sedang, atau besok-besok akan menghadapi ke-nervous-an. Berikut ini beberapa tips dari saya, semoga berguna bagi Anda:

1. Pahamilah bahwa Anda seorang yang hebat, yang sedang ditunggu kehadiran dan petatah-petitihnya di hadapan banyak orang. Dengan Anda memposisikan bahwa dari awal Anda hebat, ini start yang baik untuk Anda, agar Anda tidak mudah down dan tidak gampang gugup.

2. Di luar banyak sekali yang menunggu Anda bicara. Jangan khawatir, Anda anggap semua pendengar Anda itu : Bodoh. Anggap pendengar Anda itu tidak tahu apa-apa. Atau kumpulan orang moron yang bodohnya kelewatan. Ini cara yang ampuh sekali. Dan resep ini pernah saya lakukan sewaktu menjalani sidang skripsi dulu. Walhasil, saya berhasil melampauinya dengan hasil yang sangat memuaskan.

3. Buat diri Anda nyaman. Mulai dari cara berpakaian,pilih pakaian yang menyerap keringat dan agak longgar leluasa untuk nafas, pilih sepatu yang nyaman, sampai dari cara berdiri dan bicara yang nyaman.

4. Jangan memposisikan diri bahwa mereka pendengar dan Anda sibuk dengan presentasi Anda. Ini berbahaya, karena mereka akan jemu. Anda akan terserang nervous karena merasa tidak didengarkan. Libatkan mereka. Anggap presentasi Anda ini adalah sharing antar teman. Posisinya adalah, Anda sebagai teman lebih tahu dari mereka. By the way, saya yakin kok. Sependiam-pendiamnya Anda pasti pernah bergunjing kan? Bikinlah presentasi Anda menjadi acara gosip hangat tentang topik yang Anda angkat. Dan resep ini pun sangat ampuh saya lakukan, pada setiap kali saya berkenalan atau berhadapan dengan orang yang baru saja saya kenal. Bagaimana orang baru ini bisa tertarik dengan saya dan “menyukai” saya, atau bahkan bagaimana cara saya membuat mereka tahan dan betah untuk tidak beranjak dari kursi mereka walau telah lewat dari tiga jam. Cara inilah yang selalu saya tempuh.

5. Jika komunikasi antara Anda dan audience/pendengar Anda telah terjalin baik, jembatan komunikasi telah didapat, maka sebagai “teman yang sedang share” Anda mulailah dengan membuka jokes atau selingan yang segar. Bisa dari pengalaman Anda sendiri yang relevan dengan topik yang Anda angkat, ataupun improvisasi terlintas dari pikiran Anda. Misalnya, “Maaf Mbak yang pakai baju hijau. Ngelihatin saya terus…aduh jadi maluuu..” Dijamin suasana jadi cair karena Anda mulai melibatkan mereka secara personal. Atau mulailah dengan mengajak mereka untuk diskusi dan berpendapat/bertanya tentang apa yang Anda sampaikan. It`s very good.

6. Jujur akan apa yang Anda rasakan. Sampaikan saja pada audience. Mereka akan sangat menghargai hal tersebut. “Selamat siang Audience saya yang terhormat, mohon maaf sebelumnya jika saya terlihat gugup,atau banjir keringat, karena ini pengalaman yang baru bagi saya berbicara di depan Anda semua, orang-orang yang yang sangat saya hormati…” Dijamin, dengan Anda mengenal dan menguasai psikologis diri Anda sendiri, kegugupan bukan menjadi masalah lagi bagi presentasi-presentasi Anda selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s